Tambang Batubara

Di tahun 2015, Indonesia masuk menjadi lima besar produsen tertinggi batubara di dunia. Dengan potensi sebesar itu, batubara diperkirakan akan mengalami perkembangan yang menggembirakan. Tambang Batubara banyak tersebar diberbagai wilayah di Indonesia khususnya Sumatra dan Kalimantan, dimana memang banyak terdapat area yang mengandung batubara. Alih-alih mengalami penurunan seperti minyak bumi, batubara justru menunjukan perkembangan yang semakin baik setiap tahunnya. Kebutuhan berbagai industri terhadap bahan bakar alternatif ini semakin tinggi sehingga memicu produksi yang lebih ketat.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Indonesia masih memiliki cadangan batubara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspor impor. Diperkirakan cadangan batubara di Indonesia baru akan habis sekitar 80 tahunan lagi. Sumber batubara memang menyebar diberbagai daerah di Indonesia dalam skala kecil maupun besar. Namun wilayah penghasil batubara terbesar di Indonesia adalah Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Maka, tidak heran jika di ketiga provinsi tersebut banyak pertambangan batubara yang melakukan produksi batubara untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, Indonesia memiliki 1,2% dari cadangan batubara didunia. Amerika masih menjadi negara penghasil batubara terbesar didunia.

Perekonomian di Indonesia tahun 2016-2018 diprediksi oleh para pakar ekonomi dan juga Bank Dunia akan mengalami perkembangan yang positif. Banyak komoditas di Indonesia yang membaik mulai dari produksi kelapa sawit, sampai batubara. Sehingga bukan tidak mungkin jika beberapa tahun mendatang Indonesia bisa menjadi salah satu yang memimpin didunia industri batubara. Namun ada satu hal yang menjadi kekhawatiran tersendiri yakni besarnya permintaan dan kebutuhan akan batubara tidak dibarengi dengan kemampuan produksi para penambang. Tahun lalu saja, Indonesia tidak bisa mencapai target produksi batubara sebesar 425 juta ton karena para perusahaan batubara hanya mampu memproduksi sampai pada 392 juta ton saja.

Maka yang dibutuhkan dalam Tambang Batubara adalah koordinasi yang baik antara pemerintah dengan para perusahaan penambang batubara agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan batubara selain juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor keluar negeri. Namun begitu, beberapa tahun terakhir batubara memang mengalami krisis dimana harga jualnya semakin menurun akibat banyak dari beberapa negara didunia yang mulai mengurangi penggunaan batubara sebagai bahan bakar karena dianggap sebagai salah satu penyumbang emisi penyebab polusi didunia. Amerika sendiri mulai menutup pembangkit listrik atau industri yang menggunakan bahan bakar batubara. Namun kebutuhan akan batubara memang tidak bisa begitu saja dihentikan. Karena disadari atau tidak, batubara memberikan banyak manfaat untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Diperkirakan bahwa ada sekitar 890 miliar ton cadangan batubara dibumi yang tersebar diseluruh wilayah. Dengan jumlah produksi seperti sekarang ini, maka kemungkinan batubara akan habis sekitar 65 tahun mendatang. Namun jika dilakukan pengurangan besar-besaran akan pemanfaatan batubara diberbagai industri maka tentu batubara bisa bertahan sampai lebih dari 80 tahun mendatang. Dilematis antara memanfaatkan sumber daya alam seperti batubara yang ekonomis namun menyumbang emisi yang cukup tinggi membuat kita harus pintar untuk memanfaatkannya secara positif dan optimal.

Seiring dengan kebutuhan akan batubara yang masih tinggi, Coal Investor menjadi bagian sebagai supplier batubara terpercaya yang melayani pembelian dalam negeri maupun luar negeri. Coal Investor merupakan perusahaan produsen sekaligus penambang batubara yang ada di Indonesia tepatnya di Kalimantan Selatan. Coal Investor memproduksi batubara dari Tambang Batubara yang ada di Kalimantan Selatan sehingga kualitas barang akan selalu terjamin.