Batubara Indonesia

Kebutuhan batubara di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Indonesia sebagai negara berkembang tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan. Batubara memiliki peranan berganda dimana ia sangat berpengaruh diberbagai sektor industri. Batubara Indonesia sendiri merupakan salah satu yang terbaik. Maka tidak heran jika batubara yang dihasilkan Indonesia juga di ekspor ke beberapa negara lainnya seperti India dan China. Negara-negara tersebut merupakan wilayah dengan kebutuhan batubara yang sangat tinggi sehingga batubara yang mereka hasilkan diwilayah sendiri tidak mencukupi dan membutuhkan impor batubara dari negara penghasil lainnya seperti Indonesia.

Indonesia yang merupakan negara dengan kekayaan alam melimpah termasuk sumber energi seperti batubara tentu memanfaatkan kekayaan alam ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun diluar negeri telah banyak yang menggunakan bahan bakar bio, namun batubara tetap dibutuhkan karena memang memiliki keunggulan mulai dari harga sampai efisiensi transportasinya. Selain itu, pasokan minyak bumi di Indonesia maupun didunia semakin menipis. Bahkan harganya cenderung semakin naik karena semakin langka. Dengan adanya batubara, maka bisa menjadi energi alternatif untuk pembangkit listrik dan industri lainnya.

Dengan melimpahnya cadangan batubara di Indonesia, maka pengembangannya akan terus dilakukan sehingga Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan minyak bumi yang semakin menipis dan mahal. Saat ini cadangan batubara mencapai 9 milyar ton. Sehingga Indonesia memiliki 1.2 % dari cadangan batubara didunia. Dengan potensi yang begitu besar, maka pemanfaatannya pun harus dilakukan semaksimal mungkin. Dari tahun ke tahun penggunaan batubara semakin meningkat. Di tahun 2009 saja Indonesia memanfaatkan sekitar 75 ton batubara untuk kebutuhan dalam negeri dan dua kali lipatnya digunakan untuk kebutuhan ekspor keluar negeri.

Indonesia kaya akan batubara maka sudah sepantasnya untuk bisa memanfaatkannya dengan optimal. Minyak bumi yang semakin langka didunia bisa digantikan perannya oleh batubara. Sehingga Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar dari luar karena bahan bakar alternatif berupa batubara bisa diproduksi sendiri dalam negeri. Batubara Indonesia pun memiliki kualitas yang cukup baik sehingga untuk pemakaian dalam negeri maupun luar negeri sudah memenuhi standar. 10 tahun yang lalu, penggunaan bahan bakar masih didominasi oleh minyak bumi yakni sebesar 53%. Sedangkan batubara ada di posisi kedua dengan pemanfaatannya sebesar 22% saja. Padahal produksi batubara di Indonesia cukup tinggi. Jika tidak dimanfaatkan secara maksimal maka akan sangat disayangkan.

Kini, kalangan industri mulai melirik batubara karena dianggap ekonomis namun memiliki fungsi yang maksimal. Biaya produksi bisa ditekan dengan menggunakan bahan bakar batubara. Itulah mengapa setiap tahun penggunaan batu bara semakin meningkat. Diperkirakan bahwa 10 tahun kedepan Indonesia akan memanfaatkan sumber energi batubara sebesar 33% sehingga mendominasi pemanfaatan bahan bakar. Minyak bumi akan mengalami penurunan pemanfaatan dan digantikan oleh batubara. Dengan demikian, potensi batubara di Indonesia pun semakin meningkat.

Banyaknya Industri yang membutuhkan keberadaan batubara mendorong Coal Investor untuk menjadi supplier batubara terbaik yang bisa diandalkan. Coal Investor merupakan perusahaan penyedia dan penambang batubara yang berlokasi di Kalimantan Selatan. Tidak hanya industri swasta, Coal Investor juga siap melayani kebutuhan batubara untuk industri pemerintah dalam negeri. Bahkan, Coal Investor selalu terbuka untuk menerima pesanan batubara dari luar negeri. Dengan produksi Batubara Indonesia yang melimpah, Coal Investor menjadi bagian dari perkembangan pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang semakin mengalami krisis.